TINGKAT KEMAMPUAN MEMBACA KRITIS MAHASISWA PROGRAM STUDI TADRIS BAHASA INDONESIA

Authors

  • Hemas Haryas Harja Susetya Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
  • Mochamad Ighfir Sukardi Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Keywords:

membaca kritis, literasi kritis, regulasi diri, berpikir reflektif

Abstract

Kemampuan membaca kritis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang berperan penting dalam membentuk nalar ilmiah, kesadaran sosial, dan kepekaan ideologis mahasiswa calon guru bahasa. Membaca kritis tidak hanya menuntut pemahaman terhadap makna tersurat, tetapi juga kemampuan menafsirkan, mengevaluasi, dan merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memetakan tingkat kemampuan membaca kritis mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia berdasarkan enam keterampilan utama menurut kerangka Facione, yaitu menginterpretasi, menganalisis, menginferensi, mengevaluasi, mengeksplanasi, dan meregulasi diri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif, melibatkan 40 mahasiswa semester lima yang telah menempuh mata kuliah Membaca Kritis dan Literasi Kritis. Instrumen yang digunakan berupa 30 butir soal objektif berbasis teks berita aktual dari Kompas berjudul “Kecakapan Akademik Siswa Berkorelasi dengan Karakter.” Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata, kategori kemampuan, dan distribusi capaian tiap keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis mahasiswa berada pada kategori baik dengan rata-rata keseluruhan 3,18 pada skala 1–4. Keterampilan meregulasi diri memperoleh skor tertinggi (3,26), disusul menginferensi (3,20), sementara keterampilan mengevaluasi menjadi aspek terendah (3,13). Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa telah mencapai tahap pembaca reflektif yang mampu mengontrol dan meninjau ulang proses berpikirnya, namun belum sepenuhnya menjadi pembaca ideologis yang mampu menilai bias dan kepentingan sosial dalam teks. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan asesmen literasi kritis berbasis data empiris serta memberikan dasar bagi dosen dalam merancang strategi pembelajaran membaca yang menumbuhkan kesadaran reflektif, analitis, dan evaluatif. Dengan demikian, mahasiswa calon guru bahasa dapat berkembang menjadi pembaca kritis yang tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu memaknai dan menilai dunia melalui teks secara bijaksana.

References

Adi, P., & Habsari, Z. (2021). Icare: Model Pembelajaran Literasi Baca Kritis-Kreatif. In based Transdisciplinary Approaches.

Alfalah, A., & Razak, A. (2023). Prates Keterampilan Membaca Kritis Aspek Nonnaratif Artikel Ilmiah Jurnal Online. Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 2(6). https://doi.org/10.55909/jpbs.v2i6.547

Endah Tri Priyatni. (2017). Membaca kritis dan literasi kritis. T.

Facione, P. A. (2015). Critical Thinking: What It Is and Why It Counts. Insight Assessment.

Faisal, F., & Puspita, R. (2023). Bahan Ajar Membaca Kritis Kreatif Berbasis Model Somatic Auditory Visual and Intellectual. Paedagogi: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (e-Journal), 9(2). https://doi.org/10.24114/paedagogi.v9i 2.46685

Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. Continuum. Hardianti, H. (2024). Developing Reflective Readers through Critical Literacy Pedagogy in Indonesian University Classrooms. International Journal of Language Education, 8(1), 11–25.

Hidayati, T., Inderawati, R., & Loeneto, B. (2020). Developing Critical Reading Skills through Reflective Teaching Model in Indonesian EFL Students. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 10(3), 652–662. https://doi.org/10.17509/ijal.v10i3.317 21

Janks, H. (2010). Literacy and Power. Routledge. https://doi.org/10.4324/97802038699 56

Luke, A., & Freebody, P. (1999). A Map of Possible Practices: Further Notes on the Four Resources Model. Practically Primary, 4(2), 5–8.

Luke, A., & Woods, A. (2009). Critical Literacies in Schools: A Primer. Peter Lang.

Nurkhamidah, I., Lustyantie, N., & Murtadho, F. (2023). Enhancing Students’ Critical Literacy through Authentic Texts in Higher Education Contexts. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 23(2), 87–99.

Rini, L., & Nabhan, S. (2023). Critical Literacy Practices among Indonesian University Students: Challenges and Opportunities. Journal of Language and Literature Education, 8(1), 45–56.

Setiawan, A., Rahmawati, D., & Hidayah, R. (2023). From Text to Ideology: Reorienting Indonesian Language Teaching toward Critical Literacy. Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics, 8(2), 201–216. https://doi.org/10.30957/ijltt.v8i2.872

Sugiyono. (2015). Sugiyono, Metode Penelitian dan Pengembangan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. In Metode Penelitian dan Pengembangan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D.

Susetya, H. H. H. (2021). Implementasi Strategi Pembelajaran Anticipation Guide pada Pemahaman Membaca Siswa. Matapena: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(2).

Wekke, I. S. (2023). Membaca Dengan Kritis. Menjadi Mahasiswa Pascasarjana. https://doi.org/10.21428/42a65d4a.4f3 69406

Downloads

Published

2025-11-30